top of page

Competency:

Collaborating with Colleagues and Cross-Functional Teams

Miscommunication in Cross-Functional Collaboration

90 menit

Kolaborasi lintas fungsi sering tersendat bukan karena kurangnya kompetensi, tetapi karena miskomunikasi: perbedaan perspektif antar divisi, asumsi yang tidak diuji, konteks yang tidak disampaikan, gaya komunikasi yang berbeda, hingga tidak adanya feedback loop. Akibatnya, instruksi disalahartikan, prioritas tidak selaras, dan hasil akhir melenceng dari ekspektasi. Memahami pola miskomunikasi yang paling sering muncul membantu individu berkomunikasi lebih jelas, mencegah konflik lintas divisi, dan mempercepat eksekusi bersama.

Managing Self

Learning Objective

Learning Points

  • Konsep miskomunikasi dalam kolaborasi lintas fungsi untuk memahami bagaimana perbedaan perspektif, asumsi, dan konteks dapat membuat pesan tidak dipahami sesuai maksud pengirimnya dan menghambat hasil bersama.

  • Pola-pola umum miskomunikasi lintas fungsi—seperti differing perspectives, boxing yourself in, open loops, dan all-or-nothing thinking—agar individu mampu mengenali sumber konflik komunikasi sebelum berkembang menjadi friksi kerja.

  • Pendekatan komunikasi yang lebih efektif dan kolaboratif melalui kejelasan tujuan, penyederhanaan pesan, dan validasi pemahaman untuk mencegah salah tafsir dan meningkatkan kualitas koordinasi antar divisi.

Peserta mampu mengidentifikasi pola miskomunikasi lintas divisi dan menerapkan cara komunikasi yang lebih jelas, terstruktur, dan bebas asumsi untuk meningkatkan akurasi koordinasi serta kualitas kolaborasi.

bottom of page